PENGUATAN MANAJEMEN JURNAL ILMIAH
SOSIALISASI DAN PENYAMAAN PERSEPSI MENUJU TATA KELOLA BERKUALITAS
Ruang Micro Teaching Rabu, 27 Juli 2022

Dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola jurnal ilmiah di lingkungan Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan seminar bertajuk “Penguatan Manajemen Jurnal Ilmiah: Sosialisasi dan Penyamaan Persepsi Menuju Tata Kelola Berkualitas”. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk respons atas semakin tingginya tuntutan terhadap profesionalitas dan mutu pengelolaan jurnal ilmiah, baik dari sisi substansi maupun tata kelola teknis.
Seminar ini diikuti oleh para pengelola jurnal, mulai dari editor-in-chief, sekretaris redaksi, hingga tim teknis dari berbagai jurnal yang ada di bawah naungan IAI Hamzanwadi. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menyamakan persepsi dalam pengelolaan jurnal sesuai standar nasional (ARJUNA–SINTA) maupun internasional (DOAJ, CrossRef, dsb), serta membangun sinergi antarpengelola jurnal guna menciptakan ekosistem publikasi ilmiah yang unggul, beretika, dan berkelanjutan.
Adapun fokus utama seminar meliputi:
- Pemetaan standar tata kelola jurnal ilmiah, baik dari aspek manajerial, editorial, maupun teknis.
- Identifikasi tantangan umum pengelolaan jurnal, termasuk kendala SDM, sistem OJS, dan proses review.
- Sosialisasi kebijakan akreditasi jurnal terbaru dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi serta Kementerian Agama.
- Forum diskusi terbuka untuk menyepakati langkah-langkah penguatan kualitas jurnal berbasis kolaborasi internal institusi.
Antusiasme peserta sangat tinggi, dibuktikan dengan partisipasi aktif dalam sesi diskusi, serta kesediaan untuk berkomitmen terhadap langkah-langkah peningkatan kualitas jurnal yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jurnal ilmiah di lingkungan IAI Hamzanwadi dapat mengarah pada tata kelola profesional, berdaya saing nasional, serta siap bertransformasi menuju akreditasi yang lebih tinggi.
Seminar ini juga menjadi titik awal pembentukan jejaring internal antarjurnal dalam bentuk forum pengelola jurnal IAI Hamzanwadi yang akan menjadi wadah koordinasi, pelatihan lanjutan, dan berbagi sumber daya untuk peningkatan mutu publikasi ilmiah di masa mendatang.
Masukan dan Saran dari Dekan Fakultas Tarbiyah, Dekan Fakultas Dakwah, Dekan Fakultas Syariah, dan Bapak/Ibu Dosen Pengelola Jurnal
Ada beberapa masukan dan saran yang di sampaikan oleh Anggota rapat, di antaranya:
- Dekan Fakultas Dakwah Ahmad Muzayyin, M.Ag.
Dalam hal ini, beliau menyampaikan bagaimana struktur jurnal yang baik, persentase untuk pemberian reward. LP2M harus membuat suatu kebijakan kriteria sebagai seorang pengelola jurnal. Pengelola jurnal adalah Dosen yang memiliki pangkatan akademik. Tim IT perlu memasukkan dokumentasi struktur baku terkait dengan reason kita. Aturan yang jelas biar jurnal menjadi baik.
- Dekan Fakultas Tarbiyah Dr. Abd. Hayyi Akrom, M.M.Pd.
Dalam penyampainnya, beliau mengungkapkan perbedaan jurnal Institut, jurnal Fikroh dan memfasilitasi jurnal Pengabdian. Kaprodi tidak boleh mengelola jurnal harus yang memang ahlinya yang suka tulis-menulis. Jurnal bagian dari akademik kita. Bada’a di pegang oleh bapak Marudin, Ta’dib di pegang oleh bapak Masjudin, PBA di pegang oleh bapak Asriandi. Pengelola jurnal bertugas menaikkan Grid Akreditasi menjadi online. Tata pengelola jurnal membuat SOP. Pastikan Fikroh hidup dan jurnal Pengabdian survive. Kita harus bekerja dengan semangat kolaborasi di Kampus. Jurnal adalah ruh / marwah dan LP2M harus memfasilitasi pengelolaan jurnal. Ketika mengadakan dokumentasi harus benar-benar utuh bukti daftar hadir, foto, dll. LP2M mengawal transfaransi serta struktur pengelola jurnal di serahkan ke pengelola masing-masing. Buktikan IAI Hamzanwadi NW Pancor bisa menerbitkan jurnal bagaimanapun hasilnya.
- Masruron, ME.I.
Beliau menyampaikan Pengelola tidak maksimal, akar masalah ada di Pimpinan. Perlu pimpinan yang mengontrol. Nantinya siapa yang akan dipercaya biar jurnal bisa finish. Kemudian check plagiat, kriteria pengelola jurnal seperti apa.
- Masjudin, M.Pd.
Beliau berpendapat bahwa satu jurnal akan di danai lima juta rupiah. Setting jurnal berbeda-beda perlu di setting dengan baik. Bila perlu ada kejelasan dari Pimpinan untuk honor penulis, dll dalam jurnal.
Daeng Sani Ferdiansyah, M.Sos.
Beliau menyampaikan aturan system laporan pengelola yang tidak pernah aktif. Supaya LP2M bisa mendampingi pengelola. Pengelola bisa menyampaikan hasil-hasil jurnal dengan baik.
Penutupan
Salam dan Do’a di dipimpin oleh bapak Asriandi, M.Pd.I.
Rabu, 27 Juli 2022
Kpala LPPM IAI Hamzanwadi Pancor

