Lombok Utara – Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor melaksanakan kegiatan Pembekalan dan Pelepasan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-XXXVI Lombok Utara Tahun Akademik 2026 pada Sabtu, 24 Januari 2026, bertempat di Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan ini merupakan tahapan awal sebelum mahasiswa diterjunkan secara langsung ke tengah masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan pembekalan dan pelepasan ini diikuti oleh seluruh peserta KKN Lombok Utara yang tergabung dalam empat kelompok, serta didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan jajaran penyelenggara dari kelompok Lombok Utara. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh semangat kebersamaan.
Acara diawali dengan doa bersama sebagai bentuk permohonan kelancaran dan keberkahan selama pelaksanaan program KKN. Selanjutnya, seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars NWDI sebagai wujud nasionalisme serta kecintaan terhadap almamater.
Sambutan pembuka disampaikan oleh Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIH Pancor, Lalu Awaludin Akbar, M.Pd. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa pimpinan IAIH Pancor, Wakil Rektor I Dr. Abdul Hayyi Akrom, M.Pd, berhalangan hadir karena sedang menjalankan agenda lain. Dalam sambutannya, Sekretaris LPPM menekankan pentingnya peran mahasiswa KKN sebagai agen perubahan di tengah masyarakat serta menjaga nama baik institusi selama menjalankan pengabdian di lokasi KKN.
Selanjutnya, Ketua KKN IAIH Pancor, Mushawir Rosyidi, M.Pd, menyampaikan gambaran umum pelaksanaan program KKN tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa KKN IAIH Pancor berorientasi pada tema “Membawa Perubahan dan Kemanfaatan”, dengan harapan kehadiran mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata, baik dalam bidang keagamaan, sosial, pendidikan, maupun pemberdayaan masyarakat.
Pembekalan materi inti disampaikan oleh Ketua LPPM IAIH Pancor, Muhammad Zakaria, M.S.I, yang menjelaskan secara rinci terkait tata cara, etika, serta teknis pelaksanaan KKN. Selain itu, ia juga menyampaikan mekanisme penilaian KKN serta kewajiban pengumpulan tugas mingguan berupa video, yang akan digunakan sebagai bahan dokumentasi sekaligus dasar penilaian pelaksanaan KKN oleh mahasiswa di masing-masing lokasi.

Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Bupati Kabupaten Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, turut hadir dan memberikan sambutan serta arahan kepada para peserta KKN. Dalam pesannya, ia mendorong mahasiswa untuk mampu memperkenalkan Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor kepada masyarakat luas melalui sikap, perilaku, dan karya nyata selama berada di lokasi KKN. Ia juga berpesan agar setiap aktivitas pengabdian senantiasa diawali dengan “bismillahi wa bihamdihi” dan diakhiri dengan “wa billahi taufiq” sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam setiap langkah pengabdian.
Prosesi pelepasan peserta KKN ditandai secara simbolis dengan penyerahan almamater KKN oleh Bupati Kabupaten Lombok Utara kepada perwakilan mahasiswa. Momen tersebut menjadi penanda resmi dimulainya Program KKN IAIH Pancor Lombok Utara Tahun 2026.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama serta sesi foto bersama antara peserta KKN, Dosen Pembimbing Lapangan, pimpinan LPPM, dan tamu undangan. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa KKN IAIH Pancor mampu menjalankan pengabdian dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, serta memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Lombok Utara.


